Peningkatan Resiliensi Masyarakat Desa di Cirebon Terhadap Ekstremisme Melalui Pendekatan Seni dan Budaya
DOI:
https://doi.org/10.54213/tamtin.v1i1.274Keywords:
Seni, Budaya, Ekstremisme, Peraturan Desa, ResiliensiAbstract
Ekstremisme menjadi permasalahan yang mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam kaitannya dengan seringnya terjadi aksi bom bunuh diri dan upaya aksi serupa. Pemangku kebijakan dan organisasi masyarakat (CSO) bekerja sama untuk membangun resiliensi masyarakat terhadap ekstremisme dengan berbagai cara. Salah satu organisasi yang terlibat aktif dalam upaya ini adalah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon. LESBUMI menggunakan pendekatan seni dan budaya untuk membangun resiliensi tersebut, dengan cara menanamkan pesan-pesan toleransi dan pemahaman gender dalam pementasan seni tradisional, serta melakukan advokasi dalam penyusunan Peraturan Desa tentang Perlindungan dan Pelestarian Seni dan Tradisi. Peraturan tersebut mencakup strategi yang berkelanjutan yang didasarkan pada semangat toleransi dan keragaman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan yang terlibat meliputi perwakilan dari pemerintah desa, pelaku seni, karang taruna, dan tokoh perempuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya seni dan budaya sebagai instrumen untuk mengampanyekan toleransi dan keberagaman dapat dikembangkan melalui perencanaan strategis yang terdapat dalam peraturan desa mengenai perlindungan dan pelestarian seni dan tradisi.
Downloads
References
Afandi, A. (2020). Participatory Action Research (PAR) Metodologi Alternatif Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Transformatif. Workshop Pengabdian Berbasis Riset Di LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 53(9), 1689–1699.
BEIS. (2021). HM Government – Heat and Buildings Strategy. In HM Government (Issue CP 388).
Brandt, M. J., & Van Tongeren, D. R. (2017). People both high and low on religious fundamentalism are prejudiced toward dissimilar groups. Journal of Personality and Social Psychology, 112(1), 76.
Chevalier, J. M., & Buckles, D. J. (2019). Participatory action research: Theory and methods for engaged inquiry. Routledge.
Hale, R. (2023). Violent Extremism. In A. Harkness, J. R. Peterson, M. Bowden, C. Pedersen, & J. F. Donnermeyer (Eds.), The Encyclopedia of Rural Crime (1st ed., pp. 118–122). Bristol University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctv32dnb5x.38
Jogloabang. (2017). UU 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Jogloabang.
Márquez Roa, U. (2022). ACERCAMIENTO AL TERRORISMO (AN APPROACH TO TERRORISM). Universos Jurídicos, 18. https://doi.org/10.25009/uj.vi18.2626
Muluk, H. (2019). Riset tentang Counter-Violent Extremism. Asking Senstive Questions: Panduan Pelaksanaan Survei Dengan Tema Tindakan Ekstrem Berbasis Agama Dan Non-Agama.
Musyafak, N., & Nisa, L. C. (2021). Dakwah Islam dan pencegahan radikalisme melalui ketahanan masyarakat. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(1). https://doi.org/10.21580/jid.v41.1.7869
Nugroho, A. (2019, October 21). Cirebon Masuk Zona Merah Teroris. Pikiran-Rakyat.Com. https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01321535/cirebon-masuk-zona-merah-teroris
Ryan, S., Ioannou, M., & Parmak, M. (2018). Understanding the three levels of resilience: Implications for countering extremism. Journal of Community Psychology, 46(5), 669–682. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/jcop.21965
Samin, M. (2022). Laporan Endline Njujug Tajug: Seni Budaya Keliling Desa Dan Pendidikan Budaya-Sejarah Untuk Penguatan Toleransi Dan Kontra-Narasi Ekstremisme Di Kabupaten Cirebon.
Saputra, T., Nielwaty, E., & Herlinda, D. (2020). Pendampingan Peraturan Mendagri Nomor 111 Tahun 2014Tentang Pedoman Teknis Peraturan Desa. Warta Pengabdian, 14(1). https://doi.org/10.19184/wrtp.v14i1.14135
Taylor, E. (2018). Reaching out to the disaffected: Mindfulness and art therapy for building resilience to violent extremism. Learning: Research and Practice, 4(1), 39–51.
Taylor, E., Taylor, P. C., Karnovsky, S., Aly, A., & Taylor, N. (2017). “Beyond Bali”: a transformative education approach for developing community resilience to violent extremism. Asia Pacific Journal of Education, 37(2), 193–204.
Wildan, M., & Muttaqin, A. (2022). MAINSTREAMING MODERATION IN PREVENTING/ COUNTERING VIOLENT EXTREMISM (P/CVE) IN PESANTRENS IN CENTRAL JAVA. Qudus International Journal of Islamic Studies, 10(1). https://doi.org/10.21043/qijis.v10i1.8102
Wilner, A. S., & Dubouloz, C.-J. (2010). Homegrown terrorism and transformative learning: an interdisciplinary approach to understanding radicalization. Global Change, Peace & Security, 22(1), 33–51.