Pola asuh dan Resiliensi Orang Tua yang Memilki Anak Berkebutuhan Khusus
DOI:
https://doi.org/10.54213/jieco.v5i2.857Keywords:
parenting style;, self-acceptance;, familiy resilience;Abstract
Keluarga merupakan aspek penting dan merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak. Keluarga yang dapat menciptakan situasi yang harmonis dan positif, akan menjadi penunjang dalam optimalnya perkembangan anak, walaupun pada dasarnya tidak ada keluarga tanpa konflik, dinamika, atau tanpa masalah. Sebagai manusia yang sudah menjalin hubungan berumah tangga, sebagian besar memiliki harapan untuk mendapatkan keturunan yang sehat baik secara fisik maupun mental. Namun, ada beberapa orang tua yang diberikan kesempatan untuk mendapatkan keturunan yang terlahir dalam keadaan kurang sehat atau dapat dinyatakan dalam kategori disabilitas (berkebutuhan khusus). Metode penelitian yang digunakan kali ini adalah penelitian pustaka. Studi Pustaka adalah serangkaian kegiatan yang berkenan dengan metode pengumpulan data Pustaka. Hasil dalam riset ini menunjukkan; (1) pola asuh terdiri dari beberapa jenis yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. (2) penerimaan diri terdiri dari beberapa tahapan yaitu menolak, marah, tawar menawar, depresi, dan penerimaan (3) Resiliensi keluarga adalah suatu cara yang dilakukan oleh pihak keluarga ketika menghadapi tekanan, permasalahan, bahkan konflik yang timbul
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Ismail, Fiolita Indah Puspitasari, Rohila Chindy Maghvirani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




