Analisis Teori Maslahah Mursalah terhadap Prosedur Itsbat Nikah: Antara Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Sipil
DOI:
https://doi.org/10.54213/qq9vet41Keywords:
Maslahah Mursalah, Itsbat Nikah, SEMA, Hak Sipil, Hukum ProgresifAbstract
Perkawinan tidak tercatat merupakan fenomena yang mengancam hak sipil jutaan warga negara, tercermin dari tingginya permohonan itsbat nikah (mencapai 56.162 perkara) di pengadilan agama pada tahun 2025. Meskipun kajian terdahulu telah membahas isu ini melalui perspektif hukum Islam atau positif secara terpisah, belum ada studi yang mengintegrasikan keduanya untuk mengevaluasi dinamika konstelasi tiga kebijakan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) periode 2018–2023 secara utuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketiga SEMA tersebut, secara khusus efektivitas instrumen permohonan asal-usul anak pada SEMA 3/2018, menggunakan parameter teori maslahah mursalah dan kepastian hukum. Kajian normatif-filosofis ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Data dikumpulkan melalui studi dokumen terhadap teks hukum klasik, perundang-undangan, dan jurnal ilmiah, lalu dianalisis secara konseptual komparatif. Temuan menunjukkan bahwa SEMA 3/2018 berupaya mengharmonisasikan kepentingan administrasi (hajiyyat) dan perlindungan nasab anak (daruriyyat) melalui permohonan asal-usul anak, meskipun kepastian perdatanya belum sekuat itsbat nikah. Sementara SEMA 10/2020 merepresentasikan progresivitas maslahah yang ideal, SEMA 2/2023 justru menyisakan kekosongan hukum bagi hak sipil anak. Oleh karena itu, direkomendasikan reformasi regulasi komprehensif, standardisasi prosedural permohonan asal-usul anak, dan perlunya studi empiris lanjutan.
Downloads
References
Adib, M. (2024). Maslahah Mursalah Nilai-nilai dalam Karir Wanita. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 1(1), 31-39.
Anuar, M. J. K., Zazali, A. A., Wahab, N. A. M. A., Mahazir, N. A., & Rosidi, M. H. (2025). The implications of religious conversion on the determination of a child's religion: A comparative analysis of Shariah and Malaysian civil law within the framework of Maqasid al-Shariah. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(7), 421–429. https://dx.doi.org/10.47772/IJRISS.2025.90700032
Al-Ghazali, A. H. (1993). Al-Mustasfa Min 'Ilm Al-Ushul (Jilid I). Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah.
Al-Suyuti, J. (1983). Al-Ashbah Wa Al-Nazha'ir Fi Al-Furu'. Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah.
Al-Syatibi, A. I. (2003). Al-Muwafaqat Fi Ushul Al-Syari'ah (Jilid II). Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah.
Al-Zarqa, A. M. (1998). Al-madkhal al-fiqhi al-'amm (Jilid II). Dar al-Qalam.
Aziz, A., Maksum, G., & Nugraha, I. S. (2024). Isbat Nikah dalam Legalitas Hukum Islam dan Perdata di Indonesia Perspektif Maslahah Mursalah. Tasyri': Journal of Islamic Law, 3(2), 361-382.
Azzahra, D., Khatimah, H., & Firdaus, R. (2026). Pola tarbiyah islamiah dalam pembentukan karakter anak berdasarkan urutan kelahiran di lingkungan keluarga. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 3(1), 62–72.
Fajrianto, K. N., Alfitri, & Salam, M. M. (2025). Perbedaan penetapan hakim tentang asal usul anak hasil pernikahan siri (Analisis Putusan Pengadilan Agama Sangatta Nomor 384/Pdt.P/2022/Pa.Sgta dan Nomor 279/Pdt.P/2021/Pa.Sgta). Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 5003–5019.
Farlan, F. (2026). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Palu No/120/Pdt, P/2024/PA. Pal Tentang Asal Usul Anak (Studi Kasus Pengadilan Agama Palu) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu).
Fathia, R. A., & Septiandani, D. (2022). Dampak penolakan itsbat nikah terhadap pemenuhan hak anak. Jurnal USM Law Review, 5(2), 606–617. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5303
Fatarib, H., Hayati, S., & Ferliadi, A. S. (2025, December). BETWEEN LEGALIZATION AND MORAL HAZARD: A Maslahah-Mafsadah Analysis of Prenuptial Pregnancy Marriage (Kawin Hamil) in Indonesian Islamic Law. In Al-Risalah: Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan (Vol. 25, No. 2, pp. 89-104).
Fauzi, A. (2021). Isbat nikah solusi bagi nikah siri. Jurnal Sosial Sains, 1(9), 978–984. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v1i9.192
Gunawan, E., & Hakim, B. R. (2018). Pelaksanaan itsbat nikah pasca berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan di Pengadilan Agama. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 18(2), 258–272. https://doi.org/10.18592/sy.v18i2.2319
Hidayatullah, M. (2022). Analisis maslahah mursalah terhadap isbat nikah terpadu di Pengadilan Agama Situbondo. Rechtensstudent, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.35719/rch.v3i1.99
Hidayatullah, S. (2018). Maslahah Mursalah Menurut Al-Ghazali. Al-Mizan: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam, 2(1), 115-163.
Hanum, N. L. (2024). Perkawinan di bawah umur dan problematika hukumnya. Jurnal Asy-Syariah, 25(1), 51–64. https://doi.org/10.15575/as.v25i1.21142
Hartini. (2022). Asas personalitas keislaman dalam penetapan asal-usul anak luar kawin ke Pengadilan Negeri. Arena Hukum, 15(1), 107–134.
Hasibuan, S. (2025). Kedudukan anak luar nikah dalam perspektif maslahah mursalah: analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46 Tahun 2010 tentang anak luar nikah (Doctoral dissertation, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan).
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. (1991).
Kamali, M. H. (2003). Principles of Islamic jurisprudence (3rd ed.). Islamic Texts Society.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Laporan tahunan Mahkamah Agung tahun 2025. Mahkamah Agung RI. https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/publikasi/laporan-tahunan
Marzuki, P. M. (2016a). Pengantar ilmu hukum (edisi revisi). Kencana Prenada Media Group.
Marzuki, P. M. (2016b). Penelitian hukum (edisi revisi). Kencana Prenada Media Group.
Mulyo, M. T., Nasution, K., Batubara, S., Musawwamah, S., & Abdullah, R. (2023). The Power of Husband-Wife Communication in Building Family Resilience and Preventing Divorce: A Study of Mas? lah? ah Mursalah. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 17(2).
Nanda, N. I. M. (2025). DAMPAK PENOLAKAN ISBAT NIKAH PADA PENENTUAN JALUR NASAB ANAK (STUDI PENETAPAN PENGADILAN AGAMA BANJARMASIN NOMOR 583/PDT. P/2024/PA. BJM) (Doctoral Dissertation, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA).
Nasrulloh, M., Zenrif, M. F., & Yasin, R. C. L. (2021). Isbat Nikah Poligami Ditinjau Dari Maslahah Mursalah Al-Shatiby: Studi SEMA Nomor 3 Tahun 2018. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 24(1), 122-144.
Nazar, M., Sjaiful, M., & Zahrowati, Z. (2024). Legalization of Same-Sex Marriage in Terms of Islamic Law: A Comparative Study of Indonesia and Germany. Jambura Law Review, 6(1), 124-125.
Nurdin, Z., Agusten, A., Marfuah, S., Dewi, D. E. C., & Puspitasari, R. (2025). Housewives as Agents of Religious Moderation: A Maslahah Mursalah Perspective on Interfaith Family Harmony in Indonesia. Al-'Adalah, 22(2), 599-626.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018. (2019).
Rahardjo, S. (2006). Membedah hukum progresif. Kompas.
Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Genta Publishing.
Rasiyati, R., Barus, U. M., & Sembiring, I. A. (2025). Analisis yuridis gugatan itsbat nikah kontensius terhadap perkawinan yang tidak dicatatkan. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(6), 5280–5294. https://doi.org/10.55927/jihhp.v5i6.5741
Rofiq, A. (2015). Hukum perdata Islam di Indonesia (edisi revisi). Rajawali Pers.
Rosyad, I., Fuad, H. Z., & Zaimuddin, A. B. (2025). Criminalization of unregistered marriage in Indonesia: A legal system analysis based on Friedman's theory. Al-'Adalah, 22(1), 147–180. http://dx.doi.org/10.24042/adalah.v22i1.22779
Safithri, A., & Ash Shiddiqi, H. (2024). Pencatatan perkawinan beda agama. Jurnal Hukum Das Sollen, 10(2), 164–186. https://doi.org/10.32520/das-sollen.v10i2.3802
Siregar, N. H. M., Siregar, S., Sakti, I., Munthe, I. P., & Dasopang, N. (2026). Maslahah mursalah sebagai dasar kewajiban pencatatan perkawinan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 6059–6070. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4098
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2012. (2012). Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018. (2018). Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 10 Tahun 2020. (2020). Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. (2023). Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Syafa’, N. S., & Musyafa’ah, N. L. (2024). Isbat nikah pernikahan poligami secara siri dalam Putusan Nomor 3401/Pdt.G/2022/PA.Sby. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 5(1), 50–72.
Ulya, Z. (2023). Pandangan dosen prodi KHI UINSA Surabaya terhadap kebijakan pencatatan nikah siri dalam kartu keluarga perspektif maslahah. Al-Qanun, 26(1), 26–42. https://doi.org/10.15642/alqanun.2023.26.1.26-42
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (1974). Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. (2011). Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 104.
Wantu, F. M. (2012). Mewujudkan kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan dalam putusan hakim di peradilan perdata. Jurnal Dinamika Hukum, 12(3), 479–489.
Yasid, A., & Quthni, A. (2023). Implementasi maslahah mursalah sebagai alternatif hukum Islam dan solusi problematika umat. Asy-Syari'ah, 5(1), 1–19. https://doi.org/10.55210/assyariah.v5i1.110
Yasin, A. A. (2024). Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Tradisi Pernikahan di Buntet Pesantren. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 1(1), 40-51.
Yogi, M. (2023). Isbat Nikah Perspektif Al Maslahah Al Mursalah di Pengadilan Agama Kabupaten Pinrang (Studi Kasus Putusan 268/Pdt. P/2018/PA. Prg) (Doctoral dissertation, IAIN Parepare).
Yusmi. (2022). Pelaksanaan isbat nikah terhadap perkawinan siri. Qodauna, 3(3), 482–501. https://doi.org/10.24252/qadauna.v3i3.26834
Yusmita. (2023). Dinamika pencatatan pernikahan di Indonesia dalam kajian maslahah mursalah. Berasan: Journal of Islamic Civil Law, 2(1), 33–48. https://doi.org/10.29240/berasan.v2i1.7218





